-->
1

Daerah

Iklan

Masyarakat dan Puluhan Kiai Sambut Kedatangan Prabowo di Ponpes Assadad Ambunten Sumenep

Portalindonesia.co
2/26/2019, 19:33 WIB Last Updated 2019-02-28T10:21:18Z
Capres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto disambut ribuan warga di Ponpes Assadad Ambunten, Sumenep. (Foto Fajar/Portalindonesia.co)

SUMENEP, Portalindonesia.co - Ribuan masyarakat Sumenep dan puluhan kiai, tokoh masyarakat, santri, bersama-sama bacakan sholawat, sambut kedatangan Prabowo di Pondok Pesantren ASSADAD, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (26/2/2019).

Kedatangan Prabowo di Ponpes ASSADAD kediaman KH. Toifur Aliwafa tersebut dalam rangka silaturahim dengan para ulama, dan tokoh masyarakat

Sejak 09.00 WIB, Prabowo Subianto ditunggu kehadirannya oleh para ulama, serta  simpatisan Tim Pemenangan Prabowo Sandi (Padi), Madura For Prabowo Sandi (MPS), Sahabat Prabowo Sandi (SPS), Prabowo Sandi (PAS), Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR), Barisan Prabowo Sandi (BPS), Gerakan Madura Prabowo Presiden (GMPP). Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI), Laskar Sakera, Persatuan Ulama Madura (PUM), dan kKaum Emak-Emak Madura.

Sebelum Prabowo Subianto hadir, acara diisi dzikir, sholawat dan sambutan-sambutan para kiai dari berbagai pesantren besar. Seperti halnya Pengasuh Pondok Pesantren Annuqoyah KH. Abdul Muksid Idris, dalam sambutannya mengajak para hadirin untuk berjuang dengan ihklas, memenangkan pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno.

Tepat pukul 12.00 WIB, pesawat pribadi Prabowo Subianto ada di atas ribuan massa pendukung. Tiba di lokasi, massa histeris, berdesak-desakan untuk bersalaman dengan sang Capres. Beberapa menit, di Podium, Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto berikan pidato di depan ribuan pendukungnya di Madura. Berikut petikannya.

"Saya tidak rela, di usia saya yang ke 68 tahun, rakyat Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Indonesia harus menang, harus membangun ratusan pabrik-pabrik. Indonesia kaya, jangan biarkan kekayaan Indonesia lari ke luar Negeri. Anak bangsa atau pribumi harus menguasai kekayaan Negara seutuhnya," pungkas Prabowo Subianto. (Fjr)
Komentar

Tampilkan

Terkini