-->
1

Daerah

Iklan

Peduli Masyarakat Terkena Dampak Covid-19, Warga Thoriqoh Shiddiyah Ploso Jombang Salurkan Santunan Paket Sembako

Portalindonesia.co
4/19/2020, 22:33 WIB Last Updated 2020-04-19T15:33:41Z
Peduli Masyarakat Terkena Dampak Covid-19, Warga Thoriqoh Shiddiyah Ploso Jombang Salurkan Santunan Paket Sembako 

JOMBANG, Portalindonesia.co - Kini masyarakat sekitar di Kabupaten Jombang sedikit bisa tersenyum bahagia, karena selama pandemik virus corona atau Covid-19 penghasilan mereka pun ikut menurun. Mengingat Kabupaten Jombang masuk daftar zona merah sebaran Covid-19.

Sebagai wujud peduli terhadap warga terkena dampak Covid-19 di Kabupaten tersebut, warga besar Thoriqoh Shiddiyah, Losari, Ploso, Jombang, Jawa Timur gelar aksi pemberian santuan berupa sembako.

Ketua Umum Dhibra Pusat, Nyai Shofwatul Ummah mengatakan, ada sekitar 880 paket sembako beserta uang tunai diberikan dengan diantarkan langsung tiap pintu ke pintu rumah warga. Tidak menghilangkan himbauan pemerintah untuk menerapkan physical distancing di tengah wabah pandemik Covid-19.

"Dalam kondisi semacam ini panitia sudah menentukan aturan dengan tetap mengindahkan anjuran pemerintah untuk tidak mengadakan pengumpulan massa. Maka santunan dampak Corona ini kita antarkan langsung dari rumah ke rumah para dhu'afa," kata Shofwatul Ummah, Minggu (19/4/2020).

Shofwatul Ummah menjelaskan bahwa aksi santunan ini dilaksanakan serentak di 27 Provinsi, pada hari ini, Minggu (19/4/2020). Paket sembako, berisi 5 kg beras, minyak goreng 2 liter, gula pasir 1 kg, teh 1 pack dan uang 100 ribu.

"880 paket ini khusus untuk Jombang, belum termasuk kota-kota lain yang ada di Indonesia. Santunan diberikan kepada kaum dhuafa dan warga kurang mampu secara serentak dengan hari dan jam yang sama," paparnya.

Sementara itu Ketua Panitia, Nurhadi membenarkan, bahwa santunan ini diberikan khusus untuk masyarakat yang membutuhkan dan terdampak penyebaran virus corona, bukan korban virus corona.

"Untuk kali ini yang kita perhatikan adalah para korban dampak virus corona dalam hal perekonomian, para pedagang kecil, pedagang sayur, warung kaki lima, tukang ojek, tukang becak, para pegawai yang terdampak, dan pekerja lepas harian. Mereka inilah yang mengalami dampak paling parah atas adanya virus corona yang mengakibatkan lockdown, semi lockdown, maupun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," ungkap Nurhadi.

Pemberian santunan dampak corona untuk masyarakat atau kaum dhuafa ini disampaikan diseluruh Indonesia di 27 Provinsi, 120 Kota atau Kabupaten lebih.

Thoriqoh Shiddiqiyyah mulai dimunculkan kembali setelah terkubur 1097 tahun dan mulai ditumbuh kembangkan Kyai Much. Muchtar Mu'thi sejak tahun 1972 sampai sekarang.

Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah tumbuh pesat tidak hanya di Nusantara tapi juga di luar negeri. Seperti di Singapura, Malaysia, Thailand, Hongkong, Australia, Kanada dan lain-lain.

"Sejak awal Bapak Kyai Much. Muchtar Mu'thi sudah mendidik murid-muridnya untuk gemar Shillaturrohmi, Santun dan Shodaqoh (S3). Salah satu wujudnya adalah apa yang sekarang ini kita lakukan yaitu Santunan Nasional Dampak Corona," terang Edi Setiawan pengurus DPP Organisasi Shididiqiyyah.

Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah dalam hal sosial kemanusiaan sangatlah banyak dan sudah berlangsung puluhan tahun. Dan disetiap acara Shiddiqiyyah selalu ada santunan.

"Di Thoriqoh Shiddiqiyyah ada organisasi yang khusus menangani sosial kemanusiaan yaitu Organisasi Dhilaal Berkat Rahmat Alloh Shiddiqiyyah (Dhibra)," imbuh Edi.

Organisasi ini mempunyai banyak program kegiatan sosial baik insidentil, rutin, lokal maupun Nasional. Ada program Nasional Pembangunan Rumah Layak Huni Shiddiqiyyah untuk kaum dhuafa

"Ada program Santunan Nasional dalam rangka Tasyakkuran Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT Dhibra Shiddiqiyyah yang dilaksanakan rutin setiap tahun pada bulan Maulid dan sudah menyalurkan santunan senilai 29,8 milyar. Dan banyak lagi santunan yang bersifat insidentil maupun yang rutinitas lainnya. Semua dana santunan ini murni dari kesadaran dan kepedulian warga Thoriqoh Shiddiqiyyah," sambung Nurhadi. (Ady)
Komentar

Tampilkan

Terkini