-->

Daerah

Iklan


10 Mobil dan 5 Stan Pasar Beras di Kawasan Bendul Merisi Surabaya Ludes Terbakar

Portalindonesia.co
11/16/2019, 15:02 WIB Last Updated 2019-11-16T08:02:07Z
Petugas Pemadam Kebakaran Saat Memadamkan Api

SURABAYA, Portalindonesia.co - Bangunan Pasar Beras di kawasan Bendul Merisi Surabaya, terbakar Sabtu (16/11/2019) sekitar pukul 09.30 WIB. Api juga menyambar stan pasar, dan tempat penitipan mobil yang lokasinya tepat disampingnya.

Sumarno (62) salah seorang driver ojol (ojek online) menuturkan pada saat dirinya dilokasi melihat kobaran api sudah membesar dari stand penjual kelapa sekitar pukul 10.30 WIB.

"(saya melihat api membesar) kemudian menyambar stan pen juga dijadikan tempat penitipan mobil," kata Sumarno di lokasi, Sabtu (16/11/2019).

Dari pantauan dilokasi, sebanyak 18 unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya sedang berusaha memadamkan api. Bahkan Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya juga sudah mengerahkan Bronto Sky Lift untuk memadamkan api dari atas.

Saat proses pemadaman, petugas PMK kesulitan mengambil air. Ditambah lagi dengan banyaknya warga melihat kebakaran.

Akibatnya 10 mobil yang dititipkan di tempat parkir samping Pasar Beras Bendul Merisi hangus terbakar. Tempat parkir mobil itu dikelola warga bernama Usman.

Usman (35), pengelola tempat parkir mobil di Pasar Beras Bendul Merisi shock melihat lahan berukuran 24x30 meter itu terbakar. Sehari-harinya dia menjaga tempat parkir dan mengirim buah kelapa ke beberapa tempat.

"Saya tidak tahu kalau ada kebakaran. Saya dihubungi teman jika ada kebakaran di sini. Posisi saya di Rungkut," kata dia

Dia mengaku langsung menuju ke lokasi dan benar jika tempat parkir milik keluarganya itu meludeskan 10 mobil.

"Awalnya ada 12 mobil. Yang 2 mobil berhasil diselamatkan, yang 10 lainnya terbakar," tambah pria yang bercelana pendek sembari memegang kepalanya.

Usman mengaku tidak bisa berbuat apa-apa setelah peristiwa tersebut. "Saya tidak tahu mas, saya bingung," jawabnya singkat.

Sementara itu Syahir, salah satu warga yang mobilnya ikut jadi hangus terbakar mengaku tidak sempat menyelamatkan kendaraannya.

"Saya tadi di Gunungsari. Dihubungi kalau ada kebakaran. Ternyata mobil saya HRV ikut terbakar dan tidak terselamatkan, saya titipkan di tempat parkir ini," kata Syahir, Sabtu (16/11/2019).

Syahir tak berdaya melihat mobil warna putih tinggal kerangka. Pria yang sehari-hari berdagang peracangan di Gunungsari itu tak mampu berkata apa-apa.

"Sudah habis semua, tidak bisa diselamatkan," tambahnya.

Penyebab kebakaran Pasar Beras Bendul Merisi diperkirakan karena tukang rombeng yang membakar kabel untuk diambil tembaganya. Para tukang rombeng ini memang biasa melakukan aktivitas membakar kabel untuk diambil tembaganya di belakang Pasar Bendul Merisi.

Namun, kali ini kebiasaan membakar kabel untuk diambil tembaganya, mereka tak bisa mengendalikan besar apinya. Akhirnya, api pun menyambar stan yang ada di Pasar Beras Bendul Merisi.

"Kejadiannya sekitar jam 09.30 WIB tadi. Api berasal dari tukang rombeng yang bakar kabel," kata Suyatni salah satu saksi mata.

Berdasarkan alur lalu lintas terpantau padat merayap. Bahkan berdasarkan pantauan, asap tebal membumbung tinggi. Asap tebal ini sedikit mengganggu pengguna jalan di Jembatan Mayangkara Surabaya. Padahal semua kendaraan dari arah Jalan Darmo diarahkan naik ke atas Jalan Layang Mayangkara.

Namun sayangnya, sebagian kendaraan yang melewati Jembatan Mayangkara malah mencoba mengabadikan peristiwa ini menggunakan ponsel pribadinya.

Akibatnya, arus lalu lintas di atas Jembatan Mayangkara malah jadi padat merambat. Pun demikian juga pengendara yang lewat jalan bawah juga banyak yang mengabadikan kebakaran ini. Akibatnya malah semakin membuat jalan macet.

Iptu Isbandi, Kasubnit Turjawali, Satlantas Polrestabes Surabaya menyebut jika api yang membakar Pasar Besar Bendul Merisi Surabaya sudah berhasil dipadamkan.

"Saat ini petugas PMK sudah melakukan pembasahan," kata Isbandi.

Kata dia, akibat kebakaran ini, setidak ada stan pasar, termasuk gudang beras yang terbakar. Namun Isbandi, belum bisa merinci apakah lima stan yang terbakar itu ada berapa gudang beras dan stan pasar yang terbakar.

"Yang jelas, ada lima stan yang terbakar. Rinciannya belum diketahui secara persis," ujar Isbandi.

Sementara itu, meski api sudah berhasil dipadamkan, namun arus lalu-lintas masih terjadi kepadatan. Kepadatan ini bahkan mengular sampai perempatan Margorejo untuk arah ke dalam kota.

Sedangkan yang mengarah ke luar kota, kepadatan juga mengular sampai perempatan Masjid Al-Falah di Jalan Darmo Surabaya. Isbandi juga mengimbau para pengguna jalan untuk menghindari Jalan A. Yani.

Isbandi memperkirakan untuk mengurai kepadatan arus lintas yang padat ini membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam untuk mengembalikan arus lalu-lintas seperti semula.

"Kami usahakan bisa lebih cepat. Makanya, kamu mengimbau kerjasamanya dengan pengguna jalan yang lain," kata Isbandi. (Ady)
Komentar

Tampilkan

Terkini